Sabtu, 15 Juni 2013

Skizofrenia vs Orang Gila

Weiits dari judulnya aja udah kece gimana gitu. Mahasiswa bangeet.. lol Well, sebagian tulisan di bawah ini merupakan hasil pemikiran gue sendiri, sebagian dari buku. Cekidoott.. 

Kenapa gue adu si Skizofrenia sama Orang Gila (waduh udah kayak sabung ayam aja)?? Sebenarnya bukan meng-adu-kan keduanya, tapi gue pengen mambandingkan si Skizo sama Orang Gila. Biar kalian agak melek aja terhadap dua hal berbeda ini, yang sekilas mirip tapi sebenarnya beda jaooh berkilo-kilo meter (menurut gue). Baiklah, mari kita mulai dengan pengertian dari skizofrenia. Menurut Pinel, skizofrenia berarti terbelahnya fungsi psikis dengan gejala utama rusaknya integrasi antara emosi, pikiran, dan tindakan. Jadi, ketiga hal itu nggak sinkron gitu. 


Gejala-Gejala Skizofrenia

  1. Delusi. Delusi tuh, ada yang berupa seseorang merasa berada di bawah kontrol. Misalnya, "Keluarga Martian membuatku memikirkan pikiran-pikiran jahat". Terus ada juga delusi persekusi, merasa ditekan gitu. Misalnya, "Ibuku mencoba meracuniku". Yang terakhir ada delusi grandeur/ kebesaran. Misalnya, "Michael Jordan mengagumi sneaker-ku".
  2. Afek yang tidak pas. Ketidakmampuan untuk bereaksi dengan tingkat emosionalitas yang pas terhadap berbagai kejadian positif atau negatif. Seperti bereaksi senang atau sedih yang berlebihan gitu terhadap suatu kejadian. 
  3. Halusinasi. Kalau delusi tadi bisa dibilang lebih ke kepercayaan yang nggak masuk akal, kalau halusinasi berupa penglihatan, penciuman, suara-suara imajiner yang memerintahkan orang itu untuk melakukan sesuatu atau memberi komentar negatif terhadap perilaku orang itu. 
  4. Pikiran yang tidak koheren (waduh opo meneh iki?). Pikiran yang tidak logis, asosiasi ide-ide yang aneh, atau keyakinan akan kekuatan supranatural.
  5. Perilaku yang ganjil (jangan tanya yang genap, yaa). Diam tak bergerak dalam waktu lama (katatonia), kurang memiliki higiene pribadi, bicara berirama, menghindari interaksi sosial, ekolalia (vokalisasi pengulangan sebagian atau seluruh pernyataan yang baru didengar). 
Nah, hanya satu gejala yang dibutuhkan untuk diagnosis skizofrenia, yaitu bila orang itu memperlihatkan delusi atau halusinasi yang sangat aneh, termasuk suara yang memberikan komentar terus-menerus atau dua suara yang sedang bercakap-cakap. Obat antiskizofrenik ada, tapi gue nggak mau bahas sampai situ. Markijut, mari kita lanjut ke Orang G I L A. 

Orang gila adalah istilah yang dipakai orang awam untuk menyebut penderita skizofrenia. Yap, menyebut orang-orang yang biasa loe lihat telanjang di jalan atau acak-acakan keadaannya. Tapi yo kan, agak wangun gimana kalo bilang "Ma, itu ada orang skizofrenia di depan rumah" (wuushh). Setelah tau hal ini, gue langsung mengubah konsep orang gila di pikiran gue. Di kamus gue sekarang, orang gila, sepenuhnya, means orang gendheng (ya emang gitu sih, dari dulu *garuk kepala*), atau boleh juga crazy dalam pertanyaan, Are you crazy? 

Orang gila itu mereka yang melakukan hal yang jelas-jelas salah atau nggak sesuai dengan norma atau kepercayaan adat pun agama yang ada, dan yang jelas merugikan diri sendiri pun orang lain secara sadar. Misalnya, sudah tau bahwa mencuri itu salah kok masih dilakukan. Nah, berarti loe orang gila! Mencotek itu salah, tapi tetep dilakukan. Kasihan orangtua loe udah nyekolahin tinggi-tinggi, keluar uang banyak, eh, malah contek-contekkan. Loe orang gila! Menggunakan narkoba, meneguk minuman keras bergalon-galon, dan melakukan seks bebas, yang jelas-jelas merugikan loe sendiri. Oh, men, congratulation! You're definitely crazy! 

Mungkin hal-hal gila tersebut memberikan kesenangan tak terhingga sekarang, tapi di kemudian hari? Lihat tuh, penyakit bejibun ngantri. Bukan penyakit fisik saja, tapi juga penyakit mental (termasuk nggak on time, yang juga menjangkiti Indonesia dewasa ini). Hmm.. Gue jadi yakin sebenarnya Indonesia bisa dengan cepat menjadi negara maju nan kece kalau saja mental SDM-nya dibangun dengan baik. Dari mana penyakit mental berasal? Dari diri sendiri. Loe bilang dari kebiasaan turun-temurun? Dari pemerintah? Birokrasi yang berbelit-belit? Ya..ya.. boleh juga. Tapi tetap semua kembali pada diri masing-masing. You are what you choose to be. Loe yang milih, mau mengikuti arus dan terombang-ambing di dalamnya atau menjadi pemegang kemudi dan dengan gagah berani mengarungi samudera yang ganas, melawan arus. Anti-mainstream gitu, deh. 

Berani beda?
Psikologi humanistik bilang, manusia punya free-will, bukan untuk dikendalikan seperti robot. You are the driver, not a passenger in life anyway. Sudah ya, mata gue udah eneg ngeliatin layar laptop. Semoga tulisan ini bemanfaat. Oya, dua lagi, yang pertama gila dan orang gila itu beda. Loe bisa aja pakai kata gila untuk menyebut sesuatu yang unbelievable yang terjadi di depan mata loe sendiri, buat menyatakan kekaguman yang super wow gitu kayak, "Gila, men, ini keren banget!" Yang kedua, skizofrenia penyakit yang kedokteran bangetlah. Sedangkan orang gila lebih ke... you know-lah.

2 komentar:

  1. Gilaa man !!!
    Tulisan loe kece banget :D
    Sampe negara-negara gitu lagi ..
    :D

    BalasHapus

Thanks for comments. See you soon..