Monday, 4 November 2013

Sekarang harus bagaimana?

Aku takut. Iya, takut pada ketidakpastian. Aku dapat merasakannya mengintai tidur malamku, menghantui mimpi indahku. Aku tahu ini harus segera diakhiri. Tapi aku terlalu takut untuk menghadapinya. Aku takut dengan sesuatu dibaliknya. Aku bisa menangis setiap malam karena memikirkan hal ini. Dan aku benci menyadarinya. Ketika aku datang dengan tekad bulat ingin mengakhiri ketidakpastian ini, mulutku bungkam. Enggan menyelesaikan. Aku menyiksa diriku sendiri. Sekarang aku harus bagaimana?

Ketidakpastian

Seperti mata koin dengan dua sisinya, ketidakpastian mempunyai dua sisinya juga, menyenangkan dan tidak menyenangkan. Suatu kali aku melempar ketidakpastian. Dia terbang jauh ke atas sana.  Berputar-putar di udara. Menjauh sebentar meninggalkan bumi. Dan ketika dia kembali.. sisi tidak menyenangkan memenangkan undi.

Sunday, 1 September 2013

Meneruskan Kebaikan

Hai, hari-hari yang sibuk lately.. Liburan udah berakhir dan sekarang fokus kuliah lagi. Well, kegiatan jelajah yang jatuh-bangun diperjuangkan akhirnya terlaksana dan menyisakan banyak kenangan. I want to share something yang aku harap bisa menginspirasi kalian dalam misi membuat badai kebaikan di Indonesia (dan seluruh dunia). Kisah sederhana (tapi agak panjang juga, sih), remah kegiatan jelajah. 

Waktu itu hari pertama perjalanan kami, pendakianku di Rinjani. Pagi hari kami berangkat dari Desa Torean diantar segelas teh hangat buatan Pak Mistradi, bapak yang sudah kami anggap seperti bapak sendiri, warga Desa Torean. Kenapa hanya segelas teh hangat? Waktu yang kami miliki tidak banyak untuk makan pagi. Kesiangan bangun. Ya untung saja semalamnya makan banyak, jadi pagi itu laparnya belum kerasa. 4 jam kami berjalan, perut sudah berteriak-teriak minta diisi. Tak jauh kami berjalan, sampailah di pos 1. Langsung buat mie instan. Nggak masak nasi, soalnya bakal nunggu lama. 

Di pos 1
Jam setengah dua kami melanjutkan perjalanan. Pemandangan sepanjang jalan indah sekali, tapi juga sebanding dengan medan yang bukan main menguras tenaga. Hari semakin sore sementara tidak ada tanda-tanda kami akan sampai di Segara Anak. Jalan terus saja naik. Aku udah capek banget. Setiap berpapasan dengan orang yang baru turun, pertanyaan yang sama terus terlontar, "Segara Anak masih jauh, mas?" dan jawaban yang didapatkan juga itu-itu aja, "Wah, mungkin masih 4-5 jam lagi, mbak." Ditambahi, "Mending

Wednesday, 31 July 2013

Selamat Tinggal, Juli

Oke, jarang-jarang aku nulis ngucapin selamat tinggal di akhir bulan. Ehm, ini baru pertama kalinya malah. Dan entah bagaimana ada perasaan perlu nulis - kali ini.

Kalo ngliat time table, bulan ini padat banget. Sampai-sampai ngrasa nggak ada yang namanya akhir pekan. Semua adalah hari yang sama, dengan rutinitas yang hampir sama, latihan drama 3x seminggu, dikjut Mapasadha di dua minggu pertama, makrab, naik gunung, buber SMA, pontang-panting ngurusin kegiatan Jelajah (nggak juga sih).. Aaarrghh Enak Gila! Semacam cah selo tapi ya nggak selo.

Daaaann nggak terasa ini hari terakhir di bulan Juli. Banyak cerita, banyak kenangan, banyak pengalaman, banyak ci(n)ta yang tercapai dan juga muncul yang baru *butuh backsound sedih*. Bisa turun gua setelah latihan turun-naik jembatan Babarsari berkali-kali, panjat tebing artifisial dan akhirnya diakui sebagai cucu padahal hampir nyerah setelah latihan di wall realino emm.. beberapa kali doang sih, menginjakkan kaki di puncak Merbabu, dapat teman-teman baru (hai, cah seXen!), tidur semalaman di pinggir pantai sambil ngliatin bintang-bintang (sebelum tidur), latihan drama yang kece banget (semacam mendekati pelatihan profesional wuzzzh), semuanya adalah achievement yang bakal susah lupanya.

Ada yang nggak akan pernah sama lagi sejak hari ini. No one knows apakah itu akan bertambah baik atau sebaliknya. Aku harap Agustus nanti lebih banyak cerita, lebih banyak harapan dan mimpi yang menjadi nyata, lebih banyak berkat yang melimpah dan dilimpahkan, lebih banyak kebahagiaan... :)

Nah, selamat tinggal, Juli. Selamat tinggal..

Caving

Mmm.. Itu chief mau terbang kayaknya

Fotoku yang manjat sampe atas situ
nggak ada :( anyway, itu Sikur, man of steel

Footprints

Makrab di Sadranan

Di Kentheng Songo.. bersembilan

Mapasadha

Kocor-Celnah-Lacuk-Jeron

Sunday, 21 July 2013

Suka Sama Suka: Usaha

Jika keduanya saling suka, maka keduanya akan saling usaha. Kalau cuma kamu yang usaha, berarti dia gak suka. SIMPEL. (Handika, temen SMP)
Aku nggak tau sih, itu keluar dari lubuk hatinya yang terdalam atau dia ngutip statusnya orang lain atau ngambil di buku atau ngambil di google atau ngliat di pamflet pinggir jalan atau apalah itu. Nggak penting juga.

Pertama baca deretan kata-kata itu.. JLEB! Rrrr bener juga ya. Semacam gaya aksi-reaksi gitu, apabila sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain, maka benda kedua memberikan gaya kepada benda yang pertama. Artinya ya, bakal sama-sama usaha, meskipun ada hal lain yang mempengaruhi hasil akhir (haduh, kayak nilai aja). Maksudku, perkara nantinya dua orang ini nggak in relationship ya udah, yang penting udah usaha karena sama-sama suka. Haduh, kok jadi sedih ya, ceritanya. Sudah, seperti itu, SIMPEL.

(Njuk muter lagu When You Love Someone-nya Endah n Rhesa.)

Sunday, 14 July 2013

Bukan Quote Biasa

Sebuah cinta memang harus diungkapkan karena tidak pernah ada cinta yg disembunyikan, kecuali oleh seseorang yg terlalu mencintai dirinya sendiri. (5 Cm)
BIG NO kalau ceritanya kayak kisah Genta-Riani-Zafran di novel best seller yang udah difilm-in, 5 CM. Semangaaaatt!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...