Showing posts with label Jogja. Show all posts
Showing posts with label Jogja. Show all posts

Friday, 1 December 2017

Badai 2017

Ilustrasi Hujan
Kemarin pagi, saya scrolling postingan-postingan di grup ICJ. Kabar mengenai hujan lebat, banjir, dan tanah ambles yang merupakan dampak dari badai Cempaka masih mendominasi isi postingan. Semakin banyak kabar yang saya baca, semakin dekat saya dengan pemahaman bahwa manusia nggak ada apa-apanya dibandingkan jagat raya ini. Manusia begitu kerdil di mata alam.

Saya ingat dua buah kalimat dari Evo Morales yang berbunyi: Sooner or later, we will have to recognise that the Earth has rights, too, to live without pollution. What mankind must know is that human beings cannot live without Mother Earth, but the planet can live without humans.

Kurang lebih terjemahan bebasnya seperti ini: Cepat atau lambat, kita akan menyadari bahwa Bumi juga punya hak untuk bebas dari polusi. Yang manusia harus ketahui adalah manusia tidak bisa hidup tanpa bumi, tapi planet ini dapat hidup tanpa manusia.

Dua buah kalimat tersebut rasanya semakin mengingatkan kita untuk tidak pongah, tidak takabur, tidak tamak. We may free to exploit the Mother Earth, but we never know what will she do in return. Salah seorang warga di Dusun Trukan yang saya dan teman-teman temui hari ini menuturkan bahwa banjir tahun ini adalah banjir besar setelah kurang lebih 29 tahun terakhir tidak pernah terjadi banjir seperti ini.

Sunday, 20 August 2017

Dion dan Ame(lia)

source: https://id.pinterest.com/pin/367817494536140532/

Hai.. kali ini aku kepingin cerita tentang pertemuan aku dengan dua orang adik di bawah umur. Di bawah umurku persis maksudnya, jadi umur mereka sekitar 22 tahun gitulah. Hahaha apasih nggak penting banget.

Kami dipertemukan tanggal 15 Agustus 2017 di salah satu bangku panjang UKDW dalam momen menunggu giliran wawancara HRD sebuah perusahaan retail yang cukup terkenal, sebut saja inisial perusahaannya: AM. Sebenernya ini tulisan nggak penting banget buat dibaca dan tujuan aku nulis ini semata-mata dalam rangka mengenang pertemuan pribadiku dengan mereka aja sih. Jadi kalau dalam versi singkatnya ya aku cuma pengen nulis kayak gini:
Hari Selasa, tanggal 15 Agustus 2017 di UKDW, aku ketemu sama dua orang jobseeker yang ternyata sama-sama alumni Sadhar dan mereka berdua angkatan 2013. Yang laki-laki namanya Dion, alumni Program Studi Matematika Murni dan yang perempuan namanya Ame, alumni Program Studi Akuntansi. Mereka sama-sama akan wisuda bulan September nanti. Selesai.
Udah, kalian boleh berhenti baca sampai di sini.
------------------------------------------------------------------------------------------------

Saturday, 27 May 2017

Membuat SIM C Baru di SATPAS Yogyakarta

Lokasi pembuatan SIM:


Berkas-berkas yang diperlukan untuk mendaftar ujian SIM C Baru:
  1. KTP asli
  2. Fotocopy KTP (2x)
  3. Surat Keterangan Sehat asli*
  4. Fotocopy Surat Keterangan Sehat (1x)

Syarat-syarat tersebut dimasukkan ke dalam map berwarna kuning.

* Dokter yang direkomendasikan Polres untuk melakukan pemeriksaan kesehatan adalah dr. Fitri Sukmawati. Tempat prakteknya tidak jauh dari Satpas.
  • Jadwal praktek dokter:
    • Senin-Kamis pukul 8.00-12.00 WIB
    • Jumat-Sabtu pukul 8.00-10.00 WIB
  • Syarat pendaftaran periksa, mengumpulkan:
    • SIM baru: KTP asli
    • SIM perpanjang: KTP dan SIM asli
    • SIM hilang: KTP/ surat keterangan hilang
  • Biaya tes kesehatan:  Rp25.000,-
Pendaftaran
  1. Menyerahkan berkas-berkas ke bagian pendaftaran
  2. Mengisi formulir pendaftaran
  3. Mengembalikan formulir ke bagian pendaftaran
  4. Mendapat nomor antrian foto
  5. Menunggu giliran foto di bagian foto
  6. Ke ruangan ujian teori
  7. Mengisi daftar presensi ujian teori
  8. Ujian teori (maksimal 30 menit). Pulpen disediakan di sana. Ingat ya, tidak boleh mencoba untuk menyontek, baik dari pemohon lain maupun dari handphone! Jadi, sebelum ujian mending dipersiapkan dulu baik-baik. Ada banyak banget contoh-contoh soal ujian teori SIM di internet :) Untuk bisa lanjut ke ujian praktek, pemohon harus menjawab minimal 21 soal dengan benar.
  9. Kalau BELUM LULUS ujian teori, akan diminta untuk mengulang ujian teori minggu depan
  10. Kalau sudah LULUS ujian teori, bisa daftar untuk ujian praktek (ke bagian pendaftaran ujian praktek)
  11. Untuk mendaftar ujian praktek, cukup menyerahkan secarik kertas yang diberikan oleh penguji ujian teori
  12. Mengisi formulir ujian praktek
  13. Mengembalikan formulir ke petugas
  14. Mengisi presensi ujian praktek. Ada 2 buku presensi, yakni untuk pemohon baru dan pemohon yang ujian ulang
  15. Menunggu ujian praktek dimulai. Akan ada 5 item ujian untuk dilalui, yakni (a) uji pengereman; (b) ujian zig-zag; (c) uji reaksi rem menghindar; (d) uji berbalik arah/U-turn; dan (e) uji membentuk angka delapan. Pemohon diberikan 2x kesempatan di tiap item.
    1. Kalau BELUM LULUS ujian praktek, akan diminta untuk mengulang ujian praktek minggu depan
    2. Kalau sudah LULUS ujian praktek, bisa langsung ke bagian pencetakan SIM (di sebelah bagian foto). Nanti akan diberi slip pembayaran SIM.
    3. Membayar biaya administrasi SIM C Baru sebesar Rp100.000,- di Teller Bank BRI (sebelah bagian pendaftaran)
    4. Menyerahkan slip pembayaran ke bagian pencetakan SIM dan menunggu SIM dicetak
    5. SIM pun jadi!
    Hal lain yang perlu diperhatikan adalah setiap pemohon diberikan kesempatan 3x untuk melakukan ujian praktek. Jika gagal sampai 3x, maka pemohon harus mengulangi prosedur permohonan dari awal: menyerahkan berkas-berkas ke bagian pendaftaran, foto, dst...

    Well, semoga berhasil, ya! Kuncinya cuma mau terus belajar, memperhatikan instruksi dari petugas penguji, dan percaya diri! :)

    Friday, 26 May 2017

    Membuat SIM C: Gampang-Gampang Susah

    Hai! Kali ini aku akan ceritain pengalamanku membuat SIM C alias SIM untuk pengendara sepeda motor. Sebenernya aku udah punya SIM C. Cuman... ternyata masa berlaku SIMnya sudah habis sejak setahun yang lalu. Aku udah tau sejak tahun lalu hanya saja belum 'kepengen' ngurusin yang baru. Alhasil baru bulan kemarin aku urus.

    Jadi, SIM apapun yang telat diperpanjang satu hari saja harus membuat SIM baru, bukan memperpanjang. Kalo nggak salah, sebelumnya sempat diberi waktu toleransi maksimal 1 tahun untuk memperpanjang SIM yang mati, kemudian jadi 3 bulan, sekarang telat sehari saja harus membuat yang baru. Pemohon harus melewati ujian tertulis dan praktek pembuatan SIM lagi. Nah, aku bakal ceritain apa yang aku alami selama pembuatan SIM C-ku ini.

    PENDAFTARAN
    Karena aku sudah lulus kuliah dan sedang dalam tahap bermain sambil nyari kerjaan, aku merasa udah harus ngurus SIM, nih, mumpung masih di Jogja dan punya cukup waktu buat ngurusnya. Aku pun segera ke Polres Jogja, tempat aku 6 tahun lalu ngurus SIM. Ketika sampai di sana, seorang tukang parkir menginformasikan kalau ternyata tempat untuk mengurus SIM sudah pindah, yakni di Gedung Satpas, belakang asrama polisi di daerah Sentra Bakpia Pathuk. Parkirnya di dekat lapangan tempat ujian praktek SIM. Karena aku belum tahu syarat-syaratnya apa saja, aku coba tanya ke mbak-mbak di tempat ujian praktek. Katanya, cek kesehatan dulu di dokter depan Masjid, tidak jauh dari situ. Kemudian fotokopi KTP 2x dan bawa KTP asli, letakkan di map berwarna kuning.

    Aku jalan kaki mencari dokter yang dimaksud. Sampai di tempat praktek, ternyata sudah banyak orang yang duduk mengantri. Aku ngumpulin KTP di keranjang di meja jaga. Aku nunggu namaku dipanggil untuk dapat nomor antrian dan dicek tekanan darahnya. Di sini, kita juga membayar biaya cek kesehatan sebesar Rp25.000,-. Setelah itu aku menunggu nomor antrianku dipanggil untuk diperiksa di dalam.

    Sunday, 14 September 2014

    Catatan Perjalanan: Gunung Merapi

    Akhirnya, Merapi yang selama ini cuma bisa kukagumi keindahannya dari atas Jembatan Janti, Merapi yang selalu muncul berdampingan dengan Merbabu bisa kusambangi langsung. Bersama Lacuk, Bidur, Berok, Sikur, dan Gacer, aku melakukan pendakian penutupan bulan Agustus di Puncak Merapi. Sebenarnya kebetulan saja dapat tanggal di akhir bulan. Motif dibalik pendakian ini adalah karena rasa penasaran Lacuk, Bidur, dan aku yang sudah tidak tertahankan lagi.

    Sabtu, 30 Agustus 2014
    12.00 WIB: Belanja dan packing
    Lacuk sudah mengirimkan pesan singkat malam sebelumnya bahwa siang ini jadwalnya belanja. Karena aku nggak bisa ikutan, yang berangkat cuma dia, Sikur, Bidur, dan Berok. Karena pendakian kali ini modelnya tik-tok (naik langsung turun), kami tidak membawa makanan yang banyak. Hanya beberapa makanan instan dan roti-rotian serta bahan minum. Kami membawa trangianya mas Momok untuk dipakai memasak. Barang-barang tersebut kemudian didrop di kos Sikur.

    17.30 WIB: Di Kos Sikur, packing
    Aku baru bisa datang jam 5 sore. Karena belum tau di mana letak kos Sikur, aku disuruh menunggu di ujung gang, utara apartemen merah. Kebetulan Lacuk dan Sikur sedang pergi ke alfamart. Akhirnya mereka berdua datang. Bidur sudah ada di dalam. Kami langsung berkemas-kemas. Barang bawaan kami kemas dalam dua carrier dan satu daypack. Kami membawa dome juga untuk dua orang. Ya, buat meletakkan barang-barang ketika akan muncak sudah cukup. Setelah siap semua, kami pergi ke pondok untuk mengambil trangia Mas Momok. Di sana hanya ada mas Kocor dan Ranja. Setelah barang masuk carrier, kami menulis di papan tulis dan berpamitan. Dagh, sayangg :')

    18.50 WIB: Berangkat menuju rumah Gacer
    Kami berangkat menggunakan dua motor, Sikur-aku, Bidur-Lacuk. Tujuan kami sekarang adalah rumah Gacer. Tapi sebelum ke sana kami janjian ketemuan dengan Berok di pom bensin Mlati. Berok nggak bisa ikut kumpul di kos karena tadi sore harus mengantar ibunya. Sekarang ada tiga motor. Aku kangen jalan Jogja-Magelang waktu malam hari. Semua kenangan perjalanan dengan tujuan yang sama, yakni pendakian gunung, muncul begitu saja. Apalagi kali pertama sama Kocor, perjalanan ke Merbabu. Malam hari, dingin, carrier di belakangku terasa berat. Aku pegangan lututku kuat biar kelihatan semua baik-baik saja sampai Kocor nanyain, 'berat, ya?' dengan sedikit tertawa. Yah, ketahuan. Lalu aku duduk agak maju lagi. Hahaha..

    20.13 WIB: Sampai rumah Gacer
    Rumah Gacer ada di kaki gunung Merapi. Udara dingin mulai terasa di sini. Rumah Gacer sangat sederhana. Letaknya di belakang rumah baru, yang tepat menghadap jalan, yang kini sedang dalam proses pembangunan. Kami disambut ibu, bapak, dan adiknya Gacer. Mereka sangat ramah. Kata bapaknya Gacer, temen-temen Gacer sudah sering datang dan menginap ketika mau mendaki Merapi. Kami istirahat sebentar dan ditawari makan malam oleh ibunya Gacer. Makan malam yang sederhana juga. Kesan pertamaku berasa Live In. Menurut penuturan Gacer, kalau mau masak pun masih pakai kayu.

    21.55 WIB: berangkat menuju Selo
    Terlalu asik beristirahat. Rasanya pengen menginap saja di rumah Gacer. Haha.. Kami harus segera berangkat. Setelah menitipkan motor dan berpamitan, kami berangkat dengan formasi Sikur-aku, Gacer-Lacuk, Berok-Bidur. Jalanan sudah sepi. Udara semakin dingin.

    22.58 WIB: sampai di basecamp Barameru.
    Finally! Sampai di basecamp. Ada banyak sekali orang yang sepertinya akan mendaki juga. Kata Gacer ini lebih ramai dari biasanya. Wah, bakal antri di jalan, nih. Kami langsung mengurus retribusi dan menulis di buku. Siap berangkat. Kita masih akan menuju New Selo. Jalanannya beraspal. Perjalanan ke New Selo memakan waktu sekitar 15-20 menit. Sampai di sana, kami disambut dengan tulisan NEW SELO yang sangat besar. Katanya, tempat ini terletak di antara Gunung Merapi dan Merbabu. Jadi, dari sini kita bisa melihat pemandangan kedua gunung yang sangat indah. Di sini disediakan toilet, menara pandang, juga kios tempat para pendaki makan dan minum.

    Fotonya diambil waktu pulang
    Fotonya diambil waktu pulang
    23.50 WIB: mulai mendaki
    Kami memulai perjalanan kami. Jalanan pertama masih di semen. Masih bisa dilewati motor warga juga yang ingin pergi ke ladangnya. Yap, di kanan-kiri kami adalah ladang warga yang ditanami tembakau, tanaman palawija, sayuran, dan lainnya. Setelah itu kami melewati jalan tanah. Langit malam itu sangat cerah. Bintangnya ada banyak sekali. Dalam beberapa kesempatan, kami bisa menyaksikan pemandangan kota dengan lampu-lampunya yang gemerlap. FIX, malam ini sempurna minus 1, kehadiran kamu. Rasanya pengen pulang ke Jogja ngajak kamu biar malam ini benar-benar sempurna :)

    Thursday, 21 August 2014

    Belajar Melepaskan

    Melihat punggungmu menghilang dari kejauhan
    Tawamu masih terdengar jelas, lepas
    Bercakap dengan seseorang di sebelahmu
    Merangkulnya
    Aku kira kamu akan berhenti sebentar
    "Seperti ada yang kurang"
    Lalu menoleh ke belakang dan kembali
    Menjemputku
    Tapi tidak
    Bodoh pula aku hanya mematung
    Memandangimu berlalu
    Dengan senyum
    SENYUM
    Sementara hatiku ingin teriak
    "Yaaannkk!! Kamu lupa aku!"

    Apa aku sudah gila?



    Mimpi semalam
    Jogja, 21/07/14

    Friday, 23 May 2014

    Failed "Me Time"

    Yaa.. nggak failed juga, sih. Jadi ceritanya hari ini nggak terlalu padat. Setelah melalui mata kuliah Psikologi Kepemimpinan -yang kebetulan nggak membosankan-, aku menghadiri pertemuan English Corner terakhir di semester ini... and party! party! Hahaha.. We performed a little game that involved all of the students that attended the culmination and it worked smoothly. Well, at least we have two students that got a punishment lol :p  Setelah acara selesai, aku duduk-duduk ngobrol dulu with Billy, my classmate in English Corner. He's in his first semester to take the Pharmacist Profession. Kami ngobrol-ngobrol tentang Psikologi. Hahaha.. He told me that he planned to take Psychology in his postgraduate program. Cool.

    Habis itu kami berpisah, dia kuliah, aku ke laboratorium psikologi. Eh, sampai depan tangga ketemu Lona. Terus digaet ke hall buat bantu ngabisin kue ulang tahunnya. Ya udah jadi duduk-duduk di sana. Terus ngerjain tugas. Nggak lama setelah itu keinget mau ke lab. Terus ke sana ngambil profil tes Binet dan minta tanda tangan asisten penjaga tes. Terus balik ke hall sambil nunggu jam mata kuliah PIO. Dan seperti biasa, PIO berjalan.... gitu-gitu aja. Aku ngeluarin binder terus gambar rumah. Setelah itu aku tempel-tempelan pakai potongan kertas lipat. Belum selesai sampai sekarang. Hahaha..
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...