Hujan mengguyur sejak pagi. Tapi kami nggak mau hari ini berdiam diri di rumah lagi. Akhirnya, saat matahari tengah hari menyembul sedikit di balik awan mendung, kami memutuskan bergegas ke... KALIGUA. Jalan menuju Kaligua penuh dengan pohon pinus yang tinggi menjulang. Sebelum sampai di tempat yang dimaksud, pengunjung akan melewati Tlogo Ranjeng. Pengunjung bisa memarkirkan kendaraan mereka di seberang Tlogo Ranjeng. Hal yang paling dikenal mengenai Tlogo Ranjeng adalah keberadaan ikan lele raksasanya. Menurut cerita bapak yang menjual roti untuk pakan ikan di situ, lele-lele ini tidak selalu ada. Waktu kami datang pun, kami tidak melihat keberadaan lele yang dimaksud. Hanya terdapat puluhan ikan emas dan nila raksasa. Menurut cerita bapak penjual roti, keberadaan ikan-ikan ini berhubungan dengan hal gaib. Tidak ada yang tahu siapa yang menaruh bibit ikan-ikan tersebut di sana. Aku memutuskan untuk percaya pada penuturan bapak itu. Kocor dan aku kemudian memberi ikan-ikan tersebut makan. Kami membeli roti seharga dua ribu rupiah. Kalian harus merasakan sendiri sensasinya memberi makan ikan-ikan jumbo ini. Mengasyikkan! :) Jangan lupa memasukkan uang ke kotak sebagai ucapan terima kasih. Setelah puas memberi makan, kami pun melanjutkan perjalanan.
Welcome to my blog where you can find my random thoughts, what I experience and feel, lyrics of songs I like, little poems by me, some writings I quote from books or blogs I read, and everything you might want to know about me.
Friday, 6 February 2015
#2 Jogja-Brebes: Curug Cipendok yang Menyegarkan
Kamis, 18 Desember 2014
| Pintu Masuk Curug Cipendok (dok. pribadi) |
| Curug Cipendok (dok. pribadi) |
| Curug Cipendok (dok. pribadi) |
#1 Jogja-Brebes: Gombong yang Menyenangkan
Haii.. Lama nggak nulis. Kali ini aku pengen cerita tentang perjalananku (dan Kocor) ke Gombong dan Brebes tanggal 17-21 Desember 2014. Hehehe.. baru niat nulis sekarang. Oke, jadi perjalanan ini bermula dari keinginan berkunjung ke rumah Ken, teman sekelasku, di Gombong. Rencana awalnya akan ada beberapa teman juga yang ikutan pergi, tapi ada satu dua hal yang mengakibatkan mereka membatalkan rencana liburan setelah UAS ini. Akhirnya, peserta yang tersisa hanya aku. Mengenai Kocor, aku sudah mengajaknya juga jauh-jauh hari sebelum UAS dan dia setuju akan ikut. Jadilah kami bertiga berangkat mengendarai motor. Ken berangkat lebih dulu karena aku dan Kocor harus mengurus beberapa hal dulu.
17 Desember 2014
Dan akhirnya pukul 11.11 WIB kami berangkat menuju Gombong dari Realino. Cuaca cerah meskipun paginya sempat hujan. Kami memilih jalan melewati barisan pantai. Entah ada berapa pantai yang kami lewati, aku sudah tidak bisa mengingatnya lagi sekarang. Karena tidak lewat kota, motor kami dapat melaju lebih cepat di atas jalan yang kadang kurang bersahabat. Kalau lewat sini, sebaiknya pasang mata baik-baik agar tidak terjebak lubang-lubang berukuran kecil hingga sedang. Kasihan motornya. Seingatku, kami tidak pernah beristirahat barang sebentar di jalan. Satu-satunya tempat yang kami singgahi adalah Alfamart di depan gang rumahnya Ken. Itu pun gara-gara nunggu balasan sms dari Ken tentang arah jalan ke rumahnya. Akhirnya pukul 14.25 WIB, kami tiba di rumah Ken dalam keadaan pantat pegel-pegel.. Yang penting selamat.
| Kereta lewat (dok. pribadi) |
Sebelum benar-benar meninggalkan rumah Ken, kami diajak ke waduk Sempor.
Wednesday, 19 November 2014
Takkan Pernah Menyesal - Sheila On 7
Aku tahu…
Kisah ini terasa berat di pundakmu
Aku tahu…
Kar’na juga begitu berat di bahuku (2x)
Coba sayang…
Berhentilah meratapi keadaanku
Jangan pernah
Menyerah pada keadaan busuk ini
Reff:
Apapun yang akan terjadi
Tak’kan pernah aku sesali
Bila menjalani semua denganmu
Bila memahami semua denganmu
ku… Tak’kan pernah menyesal
ku… Tak’kan pernah menyesal
Friday, 14 November 2014
Sapaan: "Drey, senyum.."
"Drey.. senyuumm..."
Entah sudah berapa orang mengatakan hal yang sama padaku beberapa hari belakangan ini. Biasanya aku langsung tersadar lalu sedikit menyunggingkan bibirku. Aku payah menyembunyikan perasaan rupanya. Sudah kepergok berapa kali aku kayak gini.
Bukannya lagi banyak pikiran. Hanya satu hal kok yang saat ini mengganjal, tapi rupanya dampak yang ditimbulkan besar juga ya. Aku saja baru menyadarinya. Aku nggak akan bahas hal tersebut lebih jauh saat ini. Biar kuselesaikan dulu semuanya. Terima kasih kepada kalian yang tidak pernah alpa mengingatkanku untuk tersenyum. Terima kasih banyak :)
Tuesday, 4 November 2014
Berani, tidak?
"Kalau kamu nggak bisa pilah-pilah mana yang baik bagi dirimu sendiri, percaya deh, kamu sedang menghancurkan dirimu secara perlahan. Padahal dia (dirimu) ingin mendapat perlakuan yang baik juga darimu. Sayang sekali kamu tidak memberikannya kesempatan untuk merasakan hal tersebut. Apalagi jika pada masa sebelumnya kamu sempat menjaganya baik-baik. Namun sekarang kamu membiarkannya tersiksa karena keegoisanmu, karena rasa gengsi yang tidak dapat kamu bendung, karena kamu tidak mampu mengatakan 'tidak'. Aku datang untuk mengingatkan. Aku sudah pernah merasakannya dan aku berjanji tidak akan mengabaikan diriku lagi."
Subscribe to:
Posts (Atom)

