Saturday, 11 February 2012

VII to X

Wie geht es? Ich hoffe gut :) *nge-sok pake bahasa Jerman sekarang* heheh..
Maaf, baru posting lagi. Beberapa hari terakhir ini sibuk sekali, masih ada ujian-ujian praktek. Tapi Puji Tuhan sudah selesai semua! Besok Senin latihan ujian kedua, doakan semoga berhasil, yaa.. :D

Selasa kemarin sebelum pergi les, mama minta tolong nge-depositin pulsa lagi. Aku putuskan untuk memenuhi permintaan mama dan berangkat lebih awal biar nggak telat sampai di tempat les. Dan seperti biasa, selalu ada waktu untuk menyiapkan diri sebelum les. Hehe.. Well, hari itu mapel bahasa Inggris. Kegiatan belajar sore itu asik juga, soalnya aku suka mapelnya dan gurunya pas yg oke :D Ina dan Zahri nggak masuk hari itu. Akhirnya aku ditemani sama Fao dan Anton. Aku duduk diapit mereka berdua, gurunya bilang udah kayak 'Sendang Kapit Pancuran'. Artinya kalo orang punya tiga anak, urutan anaknya co-ce-co gitu. Mereka berencana ngrecokin, tapi toh nggak berhasil-berhasil amat. Malah aku jadi tambah semangat belajarnya. Hahaha.. Baru kali itu rasanya rada hiperaktif, rame tapi tetep konsen belajarnya. Becandaan juga sama gurunya (dikerjain lebih tepatnya -_-"). Duduk bersama anak-anak rame seperti mereka tidak buruk juga. Terimakasih, teman, sudah menyuntikkan semangat sore itu! :)
Sepulang dari les, siap-siap mo datang ke sembayangan peringatan 5 tahun arwah salah seorang warga lingkungan. Excited karena lama nggak berjumpa saudara-saudara di lingkungan. Dan karena aku tau pasti eyang bakal nyariin, maka aku datang. Sampai di rumahnya, beliau tampak senang menyambut kedatanganku dan Nane. Asiiikk dapat satu

Tuesday, 7 February 2012

III to VI

Hai, readers.. Apa kabarmu hari ini? Semoga masih luar biasa dan semakin luar biasa setiap harinya! :)
Masih pemberianku setiap harinya.. Hari Jumat (3/2) ada praktek agama. Kami diminta membuat dan menyampaikan homili dengan tema tertentu. Persiapannya 2 minggu. Kalo menurutku, sih, cukup-cukup bengetlah waktu persiapannya. Nah, menjelang hari Jumat timbul kontroversi upraknya mau diliatin audience atau nggak. Aku lebih suka ada audience nya, biar seru, ada yang nemenin juga. Tapi lebih banyak yang milih di depan guru aja. Ya udah, aku ngikut. Tapi aku minta tampil pertama biar pada ngliatin dulu. Hehehe.. Setelah giliranku selesai, temen-temen lain udah pada ngacir keluar. Pas Richo tampil, aku duduk manis di kursiku, seolah-olah tidak ada yang mempermasalahkanku duduk di situ :D tapi sebenarnya bermasalah, aku diminta keluar sama Richo. Tapi aku kekeuh nggak mau beranjak. Habis di situ juga ada Greg sama Anton. Akhirnya Richo ngalah ^^. Teruuuss kayak gitu, setiap ganti orang, yang nonton juga ganti-ganti dan semakin banyak! Akhirnya pas giliran Astri,

Thursday, 2 February 2012

II: Choki -Choki

Tadi siang aku minta ditemenin Kiki nunggu di sekolah sampe jam 4 sore soalnya aku langsung ke tempat les, nggak pulang ke rumah dulu. Jadi deh, aku ditemenin. Kebetulan banyak yang ikut nemenin juga sampe jam 3. Setelah itu pada pulang dan ada yang ke kantin. Tinggal aku sama Kiki, deh. Kiki lagi nungguin adeknya pertemuan tonti. Jadilah kami mengisi waktu buat ngerjain tugas seni rupa, disuruh buat maket. Nggak lama kemudian adeknya Kiki datang. Kiki bilang kalo mereka akan menemaniku sampai waktuku untuk berangkat les tiba. Aku senyum aja. Nggak enak juga sih rasanya, ngrepotin gimanaaa gitu. Kita ngelanjutin buat maket deh, sambil cerita-cerita, bercanda-candaan. Terus anak-anak yang dari kantin balik lagi. Seneng, udah rame lagi suasananya. Terus jam 4 kurang, aku berangkat les, deh. Kiki juga pulang ke rumahnya. Pas aku ngambil kunci di saku rokku, aku baru sadar masih ada satu choki-choki di sana. Langsung kepikiran buat ngasih choki-chokinya sebagai ucapan terimakasih ke Kiki. Waktu di parkiran, aku bilang terima kasih atas waktunya buat nemenin aku. Terus aku kasih juga choki-chokinya. Udah agak lecek gimana gitu karena tertekuk waktu aku duduk. Hehehe.. Tapi senang sudah ditemani sore itu.. :)) Choki-choki adalah pemberian hari ini.

Wednesday, 1 February 2012

Pemberian I

Hai, selamat berjumpa kembali! It's February anyway. New month, new spirit, new love! :) Entah kenapa aku punya firasat baik mengenai Februari. Semoga akan menjadi bulan yang menyenangkan!

Well, berkaitan dengan judul post-ku malam ini, aku ingin berbagi cerita kecil kepada kalian. Tentang tantangan memberiku di hari pertama. Tantangan memberi ini terinspirasi dari sebuah buku berjudul "29 Gifts Keajaiban Memberi" yang kudapatkan akhir Desember tahun lalu.


Buku ini menceritakan kisah sang pengarang, Cami Walker, yang mengikuti saran dari penasihat spiritualnya untuk memberi selama 29 hari berturut-turut. Dia menderita penyakit multiple sklerosis - penyakit autoimun yang menyebabkan kerusakan saraf tulang belakang. Kalian bisa baca ringkasan ceritanya di sini. Di kemudian hari setelah dia mulai menjalankan tantangan tersebut, ada yang berubah dalam hidupnya, setiap hari semangatnya semakin bertambah. Dia menjadi lebih kuat dari

Friday, 27 January 2012

Biarlah hatimu menjadi "Terminal"

Seorang teman berbagi kisahnya kepadaku. Sebuah perjuangan untuk melepaskan keyakinan terhadap suatu hal yang tak mungkin tergapai. Tentang sesuatu yang tersimpan rapat untuk waktu yang cukup lama. Tentang rasa sayang, yang begitu mendalam.

Dalam sebuah perayaan Natal malam itu, dia dan beberapa kawan menghampiri seorang Frater yang tengah duduk beristirahat setelah menyelesaikan ibadat sabda. Mereka pergi dengan berbagai pertanyaan dan pikiran di kepala mereka yang siap untuk diberi pencerahan saat itu juga, setidaknya akan lebih ringan. Kebetulan Frater ini sekolah psikologi. Temanku ini menceritakan bagaimana dia menyimpan perasaan sayang yang mendalam untuk seorang teman bermainnya. Sudah lama sekali perasaan itu bersarang di hatinya. Tentu saja rasanya tidak menyenangkan, karena sebagai perempuan, kami hanya bisa menunggu.

Wednesday, 18 January 2012

Pohon, Daun, dan Angin


POHON
Orang2 memanggilku “POHON” karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. AKU telah berpacaran sebanyak lima kali.

Ada satu wanita yang sangat AKU cintai, tapi AKU tidak punya keberanian untuk mengatakannya. Dia tidak cantik, tidak memiliki tubuh yang sexy. Dia sangat peduli dengan orang lain. Religius, tapi dia hanya wanita biasa saja. AKU menyukainya. Sangat menyukainya. Gayanya yang innocent dan apa adanya. Kemandiriannya, kepandaiannya,  dan kekuatannya. Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena… AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku. AKU takut, jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang. AKU takut kalau gosip-gosip yang ada akan menyakitinya. AKU merasa dia adalah “sahabatku”. AKU akan memilikinya tiada batasnya. Tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia. Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama tiga tahun ini. Dia tau AKU mengejar gadis-gadis lain dan AKU telah membuatnya menangis selama tiga tahun.

Ketika AKU mencium pacarku yang kedua terlihat olehnya, dia hanya tersenyum dengan berwajah merah, ”lanjutkan saja” katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak dan merah. AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis. Tapi AKU tertawa, bercanda dengannya seharian di ruang itu. Di sudut ruang itu dia menangis, dia tidak tau bahwa AKU kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal. Hampir satu jam kulihat dia menangis di sana.

Pacarku yang keempat tidak menyukainya. Pernah sekali mereka berdua perang dingin, AKU tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin. Tapi AKU masih tetap bersama pacarku. AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget. AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku. Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia. AKU juga sedih.

Ketika AKU putus dengan pacarku yang kelima, AKU mengajaknya pergi. Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku. AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku. Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. AKU tau pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik, penuh energi dan menarik.

AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat di dadaku. AKU tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun apa daya. Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya.
Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. Handphoneku bergetar, ternyata ada SMS masuk. SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis.

SMS itu berbunyi, ”DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”

Saturday, 14 January 2012

Take a breath

Hwaaaa.. akhir pekan lagi! Senang..senang..senang.. ^_^
Minggu ini dikejar terus sama tugas matematika yang menguras tenaga dan pikiran. Yang bikin jam tidur malam dan bangun pagi molor. Yang bikin tangan kriting karena harus nulis soal-soal berikut pembahasannya. Yang bikin acara nonton film harus ditunda dulu. Yang bikin jadwal jemur pakean kacau [?] Hehehe..

Ceritanya, Bu Ida meminta murid-muridnya yang rajin dan baik hati untuk buat soal matematika sesuai indikator yang tertera di SKL. Dibagi-bagi per indikator per pertemuan per nomor absen.Absen genap-ganjil beda indikator. Tiap pertemuan diminta membuat 10 butir soal beserta pembahasannya. Boleh ditulis tangan, boleh diketik juga. Tapi di akhir program 'create and do' nanti baru semua file dikumpul dalam bentuk soft copy. Terus kita mengerjakan soal yang dibuat teman lain, sekalian dikoreksi biar kalo ada yang salah bisa direvisi. Yaaa.. Lumayan ilmu nambah. Ilmu bikin soal, ilmu ngerjain soal, ilmu inget-inget rumus, ilmu mengoperasikan MS Word juga dapat. Oke banget programnya bu guru yang satu ini :)

Gara-gara indikatornya macem-macem dan materinya bukan cuma materi kelas XII (iyalah), jadinya kudu nyongkel-nyongkel buku kelas X sama XI. Buku yang dipinjem adek kelas akhirnya aku mintain. Udah saatnya mereka kembali padaku mungkin. Kamarku jadi penuh dengan buku!

Indikator

Berantakan euy!

Belajar ilmu hitung yg benar :D


Besok minggu disuruh nyicil ngetik soal-soal yang udah dibuat biar nggak numpuk-numpuk. Menghindari sindrom nunda pekerjaan. Hehehe..

Malam ini disempetin nonton film yang belum sempet ditonton. Ada banyak tapi nggak semua diputer malam ini. Besok baru mulai bekerja lagi. Selamat berakhir pekan! :)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...